Performance Engineering
Tuning Performa Web Server
Mengoptimalkan Nginx, Apache, proxy, TLS, connection, compression, cache, static asset, dan upstream berdasarkan pola trafik.
Web server berada pada jalur setiap request dan dapat menjadi bottleneck sebelum aplikasi bekerja. Kami mengukur connection handling, TLS, proxy, cache, dan upstream untuk meningkatkan efisiensi.
Kapan layanan ini dibutuhkan
- Request menumpuk atau timeout saat concurrency meningkat.
- CPU tinggi dipengaruhi TLS, compression, atau logging.
- Static asset dan cache belum dimanfaatkan secara efektif.
- Upstream aplikasi sehat tetapi respons dari edge tetap lambat.
Ruang lingkup
- Connection, worker, event model, keepalive, timeout, dan queue.
- TLS protocol, cipher, session reuse, HTTP/2 atau HTTP/3 readiness.
- Compression, static asset, cache header, proxy cache, dan buffering.
- Upstream pool, health check, load balancing, retry, dan failover.
- Log overhead, rate limit, request size, serta error handling.
- Load test, configuration diff, rollback, dan production observation.
Metodologi tuning
- Baseline: mengukur latency, throughput, error, saturation, dan resource.
- Hypothesis: menghubungkan gejala dengan bukti dan kandidat bottleneck.
- Controlled change: menerapkan satu kelompok perubahan dengan jalur rollback.
- Retest: mengulang skenario yang sama dan membandingkan hasil.
- Observe: memantau stabilitas serta risiko regresi setelah perubahan.
Deliverables
- Baseline dan peta bottleneck.
- Rekomendasi berprioritas beserta risiko perubahan.
- Konfigurasi yang diterapkan dan rollback record.
- Bukti pengujian sebelum-sesudah serta capacity guidance.
Hasil yang dituju
Web server menangani concurrency lebih efisien, meneruskan request secara stabil, dan mengurangi beban yang tidak perlu pada aplikasi.