Migrasi Sistem
Migrasi Aplikasi
Memindahkan aplikasi beserta runtime, konfigurasi, integrasi, secret, data, dan proses deployment ke environment baru.
Aplikasi bergantung pada lebih dari source code. Runtime, scheduler, file, database, API, DNS, sertifikat, secret, dan pola deployment harus dipindahkan secara konsisten.
Kapan layanan ini dibutuhkan
- Aplikasi harus berpindah ke server, cloud, atau container baru.
- Runtime lama sudah tidak didukung atau sulit diamankan.
- Deployment perlu dimodernisasi tanpa mengubah fungsi bisnis.
- Dependency aplikasi belum memiliki dokumentasi lengkap.
Ruang lingkup
- Application discovery, dependency map, dan configuration inventory.
- Compatibility assessment untuk runtime dan target platform.
- Packaging, containerisation, atau replatforming bila diperlukan.
- Secret, certificate, file, integration, dan scheduled-job migration.
- Functional, regression, performance, dan security validation.
- Cutover, rollback, monitoring, serta hypercare pascamigrasi.
Tahapan migrasi
- Discovery: menginventarisasi aset, dependency, owner, dan tingkat kritis.
- Design: menentukan target, metode migrasi, acceptance criteria, serta rollback.
- Rehearsal: menguji tooling, waktu, data, dan prosedur pada scope terkendali.
- Cutover: menjalankan perpindahan melalui checklist dan jalur eskalasi.
- Validation: membuktikan fungsi, integritas, keamanan, dan performa.
- Stabilisation: memantau hasil, memperbaiki temuan, dan menutup sistem lama.
Deliverables
- Inventory dan dependency map.
- Migration runbook, cutover plan, serta rollback plan.
- Bukti pengujian dan rekonsiliasi.
- Dokumentasi target environment dan rencana decommission.
Hasil yang dituju
Aplikasi berjalan pada environment target dengan fungsi, integrasi, deployment, observability, dan ownership operasional yang tervalidasi.