Managed Services
Managed Server Fisik
Operasional server fisik mencakup OS, kapasitas, patching, hardware health, backup, akses, dan koordinasi data center.
Server fisik membutuhkan perhatian pada dua lapisan sekaligus: perangkat dan sistem operasi. Kami menggabungkan monitoring hardware dengan disiplin konfigurasi, patching, backup, dan capacity management.
Kapan layanan ini dibutuhkan
- Server kritis berada di kantor, colocation, atau data center.
- Health hardware dan OS belum dipantau secara terpusat.
- Patching serta backup tidak memiliki jadwal dan bukti.
- Insiden membutuhkan koordinasi dengan vendor atau data center.
Ruang lingkup
- Inventory hardware, warranty, firmware, OS, service, dan dependency.
- Monitoring CPU, memory, disk, RAID, temperature, network, dan event.
- OS hardening, patching, account, SSH, firewall, dan certificate.
- Capacity trend, storage cleanup, log rotation, dan configuration review.
- Backup monitoring, restore coordination, dan recovery runbook.
- Incident triage serta koordinasi remote hands atau vendor.
Model operasional
- Onboarding: mengunci inventory, baseline, akses, dependency, dan ownership.
- Observe: memantau indikator layanan, kapasitas, keamanan, backup, dan biaya.
- Operate: menangani incident, request, change, patch, serta pekerjaan rutin.
- Improve: meninjau problem berulang, risiko, technical debt, dan optimasi.
- Report: menyampaikan aktivitas, temuan, tren, dan prioritas berikutnya.
Kontrol layanan
- Responsibility matrix dan escalation path.
- Change record, approval, serta rollback untuk perubahan material.
- Runbook dan evidence untuk pekerjaan berulang.
- Review berkala terhadap kapasitas, lifecycle, risiko, serta biaya.
Hasil yang dituju
Server fisik memiliki kondisi yang terlihat, lifecycle terencana, konfigurasi terjaga, dan jalur respons yang jelas saat perangkat atau OS bermasalah.