HG Data Service
Kembali ke semua layanan

Performance Engineering

Tuning Performa Linux

Mengoptimalkan kernel, CPU, memory, disk I/O, network stack, limits, scheduler, dan service berdasarkan karakteristik workload.

Linux menyediakan banyak parameter, tetapi perubahan tanpa baseline dapat memindahkan masalah atau menimbulkan risiko baru. Kami menyesuaikan sistem operasi berdasarkan perilaku workload dan hasil pengujian.

Kapan layanan ini dibutuhkan

  • CPU, memory, I/O, atau network mengalami saturation.
  • Aplikasi mencapai batas file descriptor, connection, atau process.
  • Latency tidak konsisten walaupun kapasitas terlihat cukup.
  • Server perlu disiapkan untuk load yang lebih tinggi.

Ruang lingkup

  • CPU scheduling, load, context switch, interrupt, dan process analysis.
  • Memory pressure, swap, cache, NUMA, dan out-of-memory behaviour.
  • Filesystem, disk latency, queue, mount, dan I/O scheduler.
  • TCP stack, connection tracking, socket, backlog, dan network buffer.
  • System limits, service manager, logging, dan background process.
  • Benchmark, change record, rollback, dan stability observation.

Metodologi tuning

  1. Baseline: mengukur latency, throughput, error, saturation, dan resource.
  2. Hypothesis: menghubungkan gejala dengan bukti dan kandidat bottleneck.
  3. Controlled change: menerapkan satu kelompok perubahan dengan jalur rollback.
  4. Retest: mengulang skenario yang sama dan membandingkan hasil.
  5. Observe: memantau stabilitas serta risiko regresi setelah perubahan.

Deliverables

  • Baseline dan peta bottleneck.
  • Rekomendasi berprioritas beserta risiko perubahan.
  • Konfigurasi yang diterapkan dan rollback record.
  • Bukti pengujian sebelum-sesudah serta capacity guidance.

Hasil yang dituju

Sistem operasi menggunakan resource secara lebih efektif dan memiliki parameter yang terdokumentasi sesuai karakteristik workload.

Punya tantangan teknologi yang serupa?

Ceritakan kebutuhan Anda. Kami akan membantu memetakan solusi yang aman, cepat, dan realistis.