Migrasi Sistem
Migrasi Kubernetes
Memindahkan workload Kubernetes antarcluster, versi, data center, atau cloud dengan pengelolaan manifest, data, traffic, dan rollback.
Migrasi Kubernetes melibatkan lebih dari resource YAML. Storage, secret, ingress, identity, policy, operator, observability, dan integrasi platform harus dipetakan sebagai satu dependency graph.
Kapan layanan ini dibutuhkan
- Cluster berpindah provider, region, distribusi, atau versi.
- Workload harus dipisahkan dari cluster lama yang tidak stabil.
- Konfigurasi dan delivery perlu distandardisasi melalui GitOps.
- Persistent data dan traffic membutuhkan strategi transisi.
Ruang lingkup
- Inventory namespace, workload, CRD, operator, policy, dan dependency.
- Target cluster baseline untuk network, storage, identity, dan security.
- Manifest normalisation, Helm, Kustomize, atau GitOps repository.
- Image, secret, certificate, persistent data, dan registry migration.
- Traffic shift, DNS, canary, cutover, dan rollback.
- Functional, capacity, resilience, observability, dan recovery testing.
Tahapan migrasi
- Discovery: menginventarisasi aset, dependency, owner, dan tingkat kritis.
- Design: menentukan target, metode migrasi, acceptance criteria, serta rollback.
- Rehearsal: menguji tooling, waktu, data, dan prosedur pada scope terkendali.
- Cutover: menjalankan perpindahan melalui checklist dan jalur eskalasi.
- Validation: membuktikan fungsi, integritas, keamanan, dan performa.
- Stabilisation: memantau hasil, memperbaiki temuan, dan menutup sistem lama.
Deliverables
- Inventory dan dependency map.
- Migration runbook, cutover plan, serta rollback plan.
- Bukti pengujian dan rekonsiliasi.
- Dokumentasi target environment dan rencana decommission.
Hasil yang dituju
Workload berjalan pada cluster target dengan konfigurasi terkontrol, data konsisten, traffic tervalidasi, dan platform lama siap dihentikan.