Managed Services
Managed Kubernetes Cloud
Operasional cluster Kubernetes cloud mencakup workload, node, policy, delivery, observability, biaya, upgrade, dan recovery.
Layanan Kubernetes terkelola tetap memerlukan pengelolaan workload, node pool, policy, networking, storage, delivery, dan biaya. Kami menjaga platform agar siap digunakan tim aplikasi.
Kapan layanan ini dibutuhkan
- Cluster cloud menjalankan workload produksi.
- Upgrade, autoscaling, policy, dan capacity belum memiliki owner yang jelas.
- Alert dan incident Kubernetes sulit ditangani tim aplikasi.
- Biaya node, storage, dan egress perlu dikendalikan.
Ruang lingkup
- Cluster, node pool, add-on, ingress, DNS, certificate, dan storage health.
- Workload status, request-limit, autoscaling, disruption, dan scheduling.
- RBAC, policy, secret, image, audit, serta security posture.
- GitOps atau deployment workflow dan configuration drift.
- Metrics, logs, traces, alert, SLO, incident, dan capacity review.
- Upgrade planning, backup, recovery, cost, serta lifecycle.
Model operasional
- Onboarding: mengunci inventory, baseline, akses, dependency, dan ownership.
- Observe: memantau indikator layanan, kapasitas, keamanan, backup, dan biaya.
- Operate: menangani incident, request, change, patch, serta pekerjaan rutin.
- Improve: meninjau problem berulang, risiko, technical debt, dan optimasi.
- Report: menyampaikan aktivitas, temuan, tren, dan prioritas berikutnya.
Kontrol layanan
- Responsibility matrix dan escalation path.
- Change record, approval, serta rollback untuk perubahan material.
- Runbook dan evidence untuk pekerjaan berulang.
- Review berkala terhadap kapasitas, lifecycle, risiko, serta biaya.
Hasil yang dituju
Tim aplikasi memperoleh platform Kubernetes yang stabil, aman, dapat diamati, dan memiliki lifecycle serta biaya yang lebih terkendali.