Security & Risk
Implementasi Cloudflare
Mengimplementasikan DNS, proxy, TLS, CDN, WAF, rate limiting, bot control, cache, dan proteksi origin untuk website serta API.
Cloudflare dapat meningkatkan performa dan keamanan di edge, tetapi konfigurasi DNS, cache, WAF, dan origin harus disesuaikan dengan perilaku aplikasi. Kami menerapkannya bertahap agar trafik tetap terkendali.
Kapan layanan ini dibutuhkan
- Website atau API memerlukan proteksi dan distribusi edge.
- Origin terekspos langsung atau sering menerima trafik berbahaya.
- Cache dan bandwidth belum dioptimalkan.
- Migrasi DNS harus dilakukan tanpa mengganggu layanan.
Ruang lingkup
- DNS inventory, TTL, dependency, mail record, dan migration plan.
- Proxy, SSL/TLS mode, certificate, HSTS, dan origin configuration.
- CDN, cache rule, purge, compression, image, dan static-asset strategy.
- WAF managed rule, custom rule, rate limit, bot, dan access control.
- Origin allowlist, authenticated origin, health, load balancing, dan failover.
- Analytics, logs, alert, testing, exception, serta rollback.
Metodologi keamanan
- Scope dan baseline: mengunci aset, akses, exposure, serta fungsi bisnis.
- Assessment: mengumpulkan evidence dan memvalidasi kondisi.
- Prioritisation: menilai likelihood, dampak, effort, dan dependency.
- Remediation: menerapkan perubahan dengan backup, checkpoint, dan rollback.
- Verification: melakukan retest dan menyimpan bukti penutupan.
- Handover: menyerahkan risk register, exception, dan maintenance guidance.
Deliverables
- Baseline dan temuan tervalidasi.
- Risk rating serta remediation plan berprioritas.
- Catatan perubahan, exception, dan rollback.
- Retest evidence dan panduan pemeliharaan kontrol.
Hasil yang dituju
Trafik melewati edge yang lebih aman dan efisien, origin lebih terlindungi, dan kebijakan dapat dipantau serta disesuaikan.